Jakarta – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat arah pembangunan pendidikan nasional. Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, seiring dengan berbagai program strategis yang mulai menunjukkan hasil nyata.
Dalam upacara Hardiknas 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Ia menyebut pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses membangun karakter dan peradaban.
“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, mulailah dari dalam kelas,” ujarnya.
Tema Hardiknas tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, mencerminkan pendekatan kolaboratif yang semakin diperkuat pemerintah. Melalui kebijakan prioritas, seperti penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), revitalisasi satuan pendidikan, serta digitalisasi pembelajaran, pemerintah berupaya memastikan proses belajar menjadi lebih bermakna dan relevan dengan perkembangan zaman.
Lebih lanjut, Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa dalam konteks pemerintahan saat ini, sejumlah program juga telah memberikan dampak signifikan. Revitalisasi sekolah yang menjangkau puluhan ribu satuan pendidikan serta pemanfaatan teknologi pembelajaran di ratusan ribu sekolah menjadi bagian dari transformasi besar yang tengah berjalan. Upaya tersebut diperkuat dengan peningkatan kualitas guru, baik dari sisi kompetensi maupun kesejahteraan, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada perubahan pola pikir dan komitmen seluruh pihak. Ia memperkenalkan konsep “3M” sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan, yakni mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.
“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa 3M,” tegasnya.
Senada, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati memandang Hardiknas 2026 sebagai momentum untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. DPR menekankan pentingnya perbaikan pendidikan secara komprehensif, mulai dari penguatan kapasitas guru hingga penyempurnaan kurikulum. Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas pendidikan dapat diukur secara jelas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Seiring dengan arah kebijakan nasional yang selaras dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul, pemerintah juga terus memperkuat ekosistem pendidikan melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Pendekatan ini dinilai mampu mempercepat terwujudnya pendidikan bermutu yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan berbagai upaya tersebut, Hardiknas 2026 tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga penegasan bahwa transformasi pendidikan di era Prabowo tengah bergerak ke arah yang lebih progresif. Sinergi lintas sektor, dukungan kebijakan yang terukur, serta partisipasi masyarakat menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing global.



















