Scroll untuk baca artikel
https://www.estehindonesia.com/
Example floating
Example floating
Berita

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

4
×

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Share this article
https://www.citilink.co.id/

JAYAPURA — Penembakan terhadap tiga warga sipil di Distrik Muliama mendapat kecaman dari sejumlah tokoh adat Papua. Mereka menolak kekerasan terhadap masyarakat sipil serta mendorong penguatan keamanan dan penegakan hukum agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman.

Kepala Suku Meop, Jorgen Meop, mengatakan masyarakat perlu mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah. Ia menilai ketenangan masyarakat penting untuk mencegah munculnya persoalan keamanan lainnya.

Example 300x600

“Kami mengecam penembakan terhadap tiga orang sipil di Distrik Muliama. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah,” tegas Jorgen Meop.

Dari Kabupaten Supiori, Kepala Suku Kp. Sorendiweri, Utrekt Manampaisem, turut menyampaikan duka cita kepada keluarga korban. Ia berharap pemerintah daerah tetap memberikan pelayanan publik secara optimal kepada masyarakat.

“Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan berharap pemerintah daerah terus memberikan pelayanan publik secara optimal bagi masyarakat,” ujar Utrekt Manampaisem.

Sementara itu, Kepala Suku Lapago Wilayah Biak dan Supiori, Tomy Kogoya, meminta penembakan tersebut ditangani melalui mekanisme hukum. Ia mendorong aparat mengungkap pelaku dan memastikan proses penegakan hukum berjalan.

“Penembakan terhadap tiga warga sipil merupakan persoalan serius. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut dan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Tomy Kogoya.

Senada, Kepala Suku Modouw, Kp. Waena, Corneles Gustav Modouw, mendukung keberlanjutan pelayanan publik dan menolak ancaman terhadap aktivitas pemerintahan di Wamena.

“Kami mendukung keberlanjutan pelayanan publik dan menolak segala bentuk ancaman yang menghambat aktivitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Corneles Gustav Modouw.

Ondofolo Kp. Homfolo, Anderson Tokoro, juga mendorong TNI dan Polri mengambil langkah penegakan hukum terhadap pelaku.

“Kami berharap TNI dan Polri dapat mengambil langkah penegakan hukum terhadap pelaku agar keamanan masyarakat tetap terjaga,” pungkas Anderson Tokoro.

Kecaman para tokoh adat tersebut menjadi seruan agar masyarakat tetap tenang, menolak kekerasan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan keberlangsungan pelayanan publik di Papua. (*)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *