Scroll untuk baca artikel
https://www.estehindonesia.com/
Example floating
Example floating
Berita

Pemerintah via Satgas PASTI Tangani Penipuan AI Keuangan Ilegal Kian Canggih

0
×

Pemerintah via Satgas PASTI Tangani Penipuan AI Keuangan Ilegal Kian Canggih

Share this article
https://www.citilink.co.id/

Jakarta — Pemerintah melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus memperkuat upaya pemberantasan aktivitas keuangan ilegal di tengah berkembangnya modus penipuan digital yang semakin canggih, terorganisasi, dan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Ketua Satgas PASTI, Rizal Ramadhani mengatakan Satgas PASTI telah berhasil menghentikan 1.220 entitas keuangan ilegal sepanjang periode Januari hingga 31 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, aktivitas pinjaman online (pinjol) ilegal menjadi yang paling dominan.

Example 300x600

“Satgas PASTI telah menghentikan 1.220 entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 951 pinjaman online ilegal, 240 penawaran investasi ilegal, 27 gadai ilegal, serta dua aktivitas keuangan ilegal lainnya,” ungkap Rizal.

Rizal melanjutkan, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dibentuk oleh OJK dan Satgas PASTI juga memperoleh hasil positif. Sejak diresmikan pada 22 November 2024 hingga saat ini, sebanyak 607.210 rekening yang berkaitan dengan aktivitas ilegal berhasil diblokir. Kemudian, IASC juga berhasil mengidentifikasi 145.503 nomor penipuan.

“Upaya penanganan yang dilakukan juga menghasilkan pemblokiran dana korban sebesar Rp724,1 miliar, dengan nilai dana yang berhasil dikembalikan kepada korban mencapai Rp204,3 miliar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK sekaligus Dewan Pembina Satgas PASTI, Dicky Kartikoyono menjelaskan bahwa penguatan pemberantasan aktivitas keuangan ilegal dilakukan melalui sejumlah langkah strategis, meliputi pengembangan sistem kerja Satgas PASTI yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi, penguatan tata kelola kelembagaan dan keanggotaan, peningkatan efektivitas penanganan entitas keuangan ilegal, serta penanganan Warga Negara Indonesia Bermasalah (WNIB) yang terindikasi terlibat dalam jaringan penipuan daring lintas negara.

“Satgas PASTI akan terus memperkuat sistem operasional terintegrasi melalui pengembangan Aplikasi Anti-Penipuan, Reporting and Money Trail System, serta Repository/Hub Data Nasional guna mendukung deteksi dini, pelaporan, pelacakan aliran dana, dan penanganan aktivitas keuangan ilegal secara lebih cepat dan efektif,” terang Dicky.

Menurut Dicky, transformasi digital telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian. Namun, perkembangan teknologi pada saat yang sama juga membuka ruang bagi munculnya berbagai modus kejahatan keuangan yang semakin canggih, terorganisasi, dan melibatkan jaringan lintas yurisdiksi.

“Optimalisasi Satgas PASTI menjadi semakin penting seiring meningkatnya ancaman penipuan digital yang memanfaatkan Artificial Intelligence (AI), deepfake, impersonation, phishing, dan social engineering,” jelas Dicky.

Perkembangan teknologi AI yang semakin canggih memungkinkan pelaku kejahatan membuat konten maupun identitas digital yang semakin menyerupai pihak yang sebenarnya sehingga berpotensi meningkatnya kasus penipuan digital. Diharapkan melalui optimalisasi Satgas PASTI dan IASC, pemerintah berupaya mempercepat penanganan sekaligus memperkuat pelindungan masyarakat dari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal dan penipuan digital.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *