Scroll untuk baca artikel
https://www.estehindonesia.com/
Example floating
Example floating
Opini

Dari Transmigrasi ke Pasar Global, Ekonomi Kreatif Harus Naik Kelas

1
×

Dari Transmigrasi ke Pasar Global, Ekonomi Kreatif Harus Naik Kelas

Share this article
https://www.citilink.co.id/

Oleh: Bara Winatha*)

Transformasi kawasan transmigrasi kini memasuki babak baru yang tidak lagi berorientasi pada perpindahan penduduk semata, melainkan diarahkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi, kreativitas, dan penguatan potensi lokal. Pemerintah menempatkan kawasan transmigrasi sebagai ruang strategis untuk menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan sumber daya manusia, hilirisasi, serta penguatan ekonomi kreatif yang mampu bersaing hingga pasar global. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan yang mendorong pemerataan kesejahteraan sekaligus memperkuat daya saing nasional.

Example 300x600

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengatakan keberhasilan transformasi transmigrasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan kawasan transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas daerah. Ia menjelaskan bahwa disiplin yang berorientasi pada penyelesaian misi menjadi fondasi penting agar setiap program pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Iftitah mengatakan kawasan transmigrasi membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kreatif, menguasai ilmu pengetahuan, memahami karakter masyarakat, sekaligus mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi. Karena itu, pemerintah menerjunkan Tim Ekspedisi Patriot 2026 sebagai bagian dari strategi mempercepat transformasi kawasan transmigrasi melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi. Tim tersebut diharapkan mampu memetakan potensi daerah, mengidentifikasi tantangan pembangunan, dan menyusun rekomendasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Sebanyak 1.476 peserta yang tergabung dalam 246 tim akan bertugas di 53 kawasan transmigrasi di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran mereka menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun kawasan transmigrasi yang lebih produktif dan berdaya saing. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik masing-masing daerah.

Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengatakan Tim Ekspedisi Patriot merupakan implementasi nyata dari arah pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan dari bawah akan memperkuat pemerataan pembangunan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di berbagai kawasan transmigrasi. Ia menjelaskan bahwa para peserta diharapkan mampu berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan nilai tambah potensi lokal.

Desa-desa di kawasan transmigrasi harus berkembang menjadi pusat ekonomi sekaligus pusat kebudayaan yang mampu memanfaatkan keunggulan masing-masing wilayah. Pendekatan tersebut diyakini akan mempercepat tumbuhnya aktivitas ekonomi berbasis masyarakat sehingga kawasan transmigrasi tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran, melainkan sebagai motor pertumbuhan baru. Menurutnya, sejarah menunjukkan program transmigrasi telah melahirkan ribuan desa, ratusan kecamatan, puluhan kabupaten, bahkan beberapa ibu kota provinsi yang kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi.

Kawasan Telang di Kabupaten Musi Banyuasin sebagai bukti bahwa transmigrasi mampu menghasilkan kawasan pertanian yang produktif apabila didukung inovasi, kolaborasi, dan pendampingan yang tepat. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi nasional apabila memperoleh dukungan teknologi, riset, dan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, penguatan inovasi menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi kawasan transmigrasi.

Selain sektor pertanian dan industri, pemerintah juga melihat ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru yang mampu meningkatkan nilai tambah kawasan transmigrasi. Potensi budaya, kerajinan, kuliner, seni pertunjukan, fesyen, hingga ekonomi digital dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Pengembangan ekonomi kreatif tersebut juga membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk menjadi pelaku usaha sekaligus pencipta lapangan kerja.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan Tim Ekspedisi Patriot memiliki peran strategis dalam memetakan potensi ekonomi kreatif di kawasan transmigrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan berbasis data. Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pendekatan pengembangannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keunggulan lokal. Ia menjelaskan bahwa hasil pemetaan akan menjadi acuan dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif yang memiliki peluang tumbuh paling besar.

Teuku mengatakan peserta juga dibekali metodologi identifikasi subsektor unggulan, penguatan ekosistem ekonomi kreatif, serta penyusunan rekomendasi yang mengacu pada Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional 2026–2045. Pemerintah turut memperkenalkan berbagai program seperti Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia agar potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru. Pendekatan tersebut diharapkan mempercepat lahirnya ekosistem usaha kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Mayoritas tenaga kerja ekonomi kreatif berasal dari generasi muda yang memiliki kreativitas tinggi, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, serta semangat kewirausahaan yang kuat. Oleh sebab itu, kawasan transmigrasi perlu menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya inovasi baru yang mampu menciptakan produk bernilai tambah tinggi. Generasi muda tidak hanya diarahkan menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja yang mampu mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional maupun global.

*) Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *