Oleh : Abdul Harris )*
Pemerintah memastikan arus balik Lebaran Idul Fitri 2025/1446 Hijriah berlangsung lancar dan aman bagi seluruh masyarakat yang kembali ke kota setelah merayakan hari raya di kampung halaman. Setiap tahunnya, arus balik Lebaran menjadi tantangan tersendiri dengan meningkatnya volume kendaraan di berbagai jalur utama, baik di jalan tol, jalur arteri, hingga moda transportasi umum seperti kereta api, pesawat, dan kapal laut. Demi kelancaran perjalanan, berbagai upaya telah dipersiapkan oleh kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan arus balik berjalan tertib dan aman.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan bahwa kesiapan arus balik telah dirancang dengan matang untuk meminimalisir hambatan yang dapat terjadi di perjalanan. Seluruh kementerian dan lembaga yang terlibat terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar sistem transportasi berjalan dengan baik. Menurutnya, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan berbagai strategi guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi selama puncak arus balik.
Dari hasil pemantauan, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada 6-7 April 2025. Namun, dengan kebijakan yang diterapkan, diharapkan distribusi kendaraan dapat terkelola dengan baik, sehingga kemacetan dapat diminimalisir. Keberhasilan pengaturan lalu lintas pada arus balik sangat bergantung pada koordinasi lintas instansi serta pemantauan yang intensif agar setiap hambatan dapat segera diatasi. Salah satu strategi yang diterapkan adalah pengelolaan jadwal keberangkatan yang lebih fleksibel serta penerapan sistem ganjil-genap pada titik-titik rawan kemacetan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan siap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mengawal jalannya Angkutan Lebaran 2025. Berbagai fasilitas transportasi telah disiapkan guna mendukung kelancaran perjalanan, termasuk 30.451 unit bus, 772 kapal laut, 404 pesawat, serta 2.550 unit kereta api.
Selain itu, semua armada telah melalui uji kelaikan guna memastikan kelayakan operasionalnya. Pemerintah juga telah meningkatkan kapasitas layanan transportasi umum dengan menambah jadwal keberangkatan kereta api serta penerbangan tambahan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang selama arus balik.
Pemerintah juga terus meningkatkan koordinasi lintas sektoral, melibatkan berbagai instansi mulai dari kementerian dan lembaga, TNI, Polri, aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha transportasi. Dengan adanya Pusat Informasi Transportasi serta Posko Pusat Angkutan Lebaran yang beroperasi 24 jam setiap hari, pergerakan seluruh moda transportasi dapat dipantau secara real-time guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar. Selain itu, petugas lapangan akan dikerahkan lebih banyak di titik-titik strategis guna memberikan informasi kepada pemudik dan mengurai kemacetan yang mungkin terjadi di jalan raya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi turut mempersiapkan langkah antisipatif guna menghadapi arus balik Lebaran. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa berbagai skenario rekayasa lalu lintas telah disusun untuk mengurangi potensi kemacetan.
Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah pengalihan arus jika terjadi kepadatan di beberapa ruas jalan strategis. Selain itu, jalur alternatif juga telah disiapkan bagi kendaraan pribadi agar tidak menumpuk di jalur utama, sehingga distribusi kendaraan dapat lebih merata dan mengurangi beban lalu lintas.
Selain itu, pemantauan arus balik juga akan diperketat melalui pemanfaatan kamera CCTV yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bekasi serta pihak kepolisian. Dengan sistem ini, kondisi lalu lintas dapat dipantau secara langsung sehingga tindakan cepat dapat diambil jika terjadi kepadatan.
Peningkatan aktivitas posko mudik juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan kelancaran arus balik. Posko ini akan berfungsi sebagai pusat informasi serta tempat istirahat sementara bagi pemudik yang membutuhkan layanan kesehatan maupun informasi terkait perjalanan.
Wali Kota Bekasi turut mengimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak untuk tetap berada di rumah selama puncak arus balik pada 6 April 2025. Dengan begitu, lalu lintas di wilayah Bekasi dapat lebih terkendali dan memberikan ruang bagi pemudik yang tengah dalam perjalanan kembali ke kota asal. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran distribusi bahan bakar di SPBU guna menghindari antrean panjang yang dapat menghambat pergerakan lalu lintas.
Di samping itu, peningkatan layanan kesehatan bagi pemudik juga menjadi perhatian utama pemerintah. Posko kesehatan akan disiagakan di beberapa titik jalur arus balik guna memberikan layanan medis bagi pemudik yang mengalami kelelahan atau kondisi darurat lainnya. Selain itu, program pengecekan kesehatan gratis bagi pengemudi bus dan kendaraan umum juga telah diterapkan guna memastikan kondisi fisik mereka tetap prima dalam menjalankan tugasnya.
Dengan kesiapan yang telah dirancang oleh pemerintah pusat maupun daerah, arus balik Lebaran diharapkan dapat berjalan dengan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pemudik. Melalui koordinasi yang baik serta pengawasan yang intensif, masyarakat dapat kembali ke kota dengan lancar tanpa menghadapi kendala berarti di perjalanan. Perjalanan yang aman dan lancar menjadi harapan bersama, sehingga setiap orang dapat kembali ke rutinitas sehari-hari dengan lebih nyaman setelah merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
)* Penulis adalah Pengamat Kebijakan publik