Oleh: Dominikus Tebay *
Otonomi Khusus Papua merupakan kebijakan strategis negara yang menegaskan kehadiran dan keberpihakan pemerintah pusat dalam membangun Tanah Papua secara berkelanjutan, adil, dan bermartabat. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Otsus tidak diposisikan semata sebagai skema transfer fiskal, melainkan sebagai instrumen utama untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat sumber daya manusia, serta memastikan Orang Asli Papua memperoleh manfaat nyata dari kemajuan nasional. Komitmen pemerintah untuk menjaga bahkan meningkatkan alokasi Dana Otsus pada 2026 memperlihatkan keseriusan negara dalam menjawab tantangan pembangunan Papua secara menyeluruh.
Kebijakan ini mencerminkan pemahaman mendalam bahwa Papua memiliki karakteristik geografis, sosial, dan demografis yang unik. Wilayah yang luas, sebaran penduduk yang terpencar, serta kebutuhan infrastruktur dasar yang tinggi menuntut dukungan anggaran yang konsisten dan berkelanjutan. Otsus menjadi fondasi penting agar pembangunan tidak berhenti pada simbol, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung. Dalam konteks inilah, komitmen Presiden Prabowo dipandang sebagai langkah strategis yang memperkuat rasa keadilan dan kesetaraan antarwilayah di Indonesia.
Pemerintah pusat menempatkan Otsus sebagai bagian integral dari visi besar pembangunan nasional. Melalui penguatan kelembagaan percepatan pembangunan Papua, negara memastikan bahwa setiap kebijakan berjalan terkoordinasi, terarah, dan berorientasi hasil. Kepemimpinan langsung Presiden dan Wakil Presiden dalam mengawal agenda Papua menunjukkan bahwa pembangunan wilayah timur bukan sekadar delegasi administratif, melainkan prioritas nasional yang mendapat perhatian penuh dari pucuk pimpinan negara. Pendekatan ini memperkuat kepercayaan daerah bahwa aspirasi dan kebutuhan Papua didengar dan ditindaklanjuti secara serius.
Narasi positif Otsus juga tercermin dari respons para pemimpin daerah dan tokoh Papua yang melihat kebijakan ini sebagai peluang emas untuk mempercepat kemajuan. Gubernur Papua Mathius Fakhiri menegaskan bahwa tambahan dukungan Otsus menjadi pemacu semangat bagi pemerintah daerah untuk bekerja lebih optimal, menghadirkan negara secara nyata, serta memperkuat Papua sebagai etalase persatuan Indonesia. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Otsus bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang penguatan rasa kebangsaan dan integrasi nasional.
Dari kalangan pemikir dan pegiat pembangunan Papua, Theofransus Litaay menilai arah kebijakan Presiden Prabowo sangat tepat karena didasarkan pada realitas lapangan. Ia memandang bahwa Papua membutuhkan dukungan anggaran yang besar dan konsisten agar pusat-pusat pertumbuhan baru dapat berkembang dan kemiskinan struktural dapat ditekan. Dengan Otsus yang kuat, pembangunan tidak lagi terpusat, melainkan menyebar dan memberi dampak langsung bagi masyarakat luas. Pandangan ini memperkuat keyakinan bahwa Otsus adalah jawaban strategis atas tantangan jangka panjang Papua.
Sementara itu, generasi muda Papua juga melihat Otsus sebagai instrumen harapan. Billy Mambrasar menekankan bahwa keberlanjutan Dana Otsus sangat penting untuk memastikan investasi jangka panjang di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia. Ia memandang bahwa pembangunan Papua harus dimulai dari penguatan kualitas manusia, sehingga generasi muda Papua mampu bersaing, berkontribusi, dan menjadi aktor utama pembangunan di tanahnya sendiri. Perspektif ini menempatkan Otsus sebagai modal sosial dan intelektual, bukan sekadar anggaran rutin.
Pemerintah juga menegaskan bahwa Otsus harus dikelola secara bertanggung jawab, transparan, dan tepat sasaran. Prinsip akuntabilitas ini justru memperkuat legitimasi Otsus di mata publik. Dengan tata kelola yang baik, Dana Otsus dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan, memperluas akses layanan dasar, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua secara signifikan. Penekanan pada tanggung jawab bersama menunjukkan bahwa keberhasilan Otsus adalah hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Lebih dari itu, Otsus Papua kini menjadi simbol pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Negara hadir tidak dengan pendekatan seragam, melainkan dengan kebijakan afirmatif yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Langkah ini sejalan dengan semangat konstitusi untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah paling timur. Otsus menjadi bukti bahwa pembangunan Indonesia tidak meninggalkan siapa pun.
Dengan komitmen politik yang kuat, dukungan anggaran yang berkelanjutan, serta partisipasi aktif para pemangku kepentingan, Otonomi Khusus Papua memiliki potensi besar untuk menjadi kisah sukses pembangunan nasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Otsus diarahkan sebagai jalan percepatan menuju Papua yang maju, sejahtera, dan setara. Tantangan yang ada justru menjadi peluang untuk membuktikan bahwa dengan kebijakan yang tepat dan niat yang tulus, Papua dapat tumbuh sebagai pilar penting kekuatan Indonesia di masa depan.
*Penulis merupakan Analis Politik dan Kebijakan Papua











