Scroll untuk baca artikel
https://www.estehindonesia.com/
Example floating
Example floating
Berita

2 Tahun Pragib, Indonesia Sukses Swasembada Pangan, Diantaranya Beras dan Jagung

6
×

2 Tahun Pragib, Indonesia Sukses Swasembada Pangan, Diantaranya Beras dan Jagung

Share this article
https://www.citilink.co.id/

Jakarta – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Indonesia telah berhasil swasembada beras dan jagung.

Pernyataan ini disampaikan
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di hadapan sejumlah pejabat pemerintah dari negara sahabat pada acara pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Rabu (14/10) lalu.

Example 300x600

Delegasi yang hadir diantaranya berasal dari Timor—Leste, Mozambik, Kepulauan Solomon, Yunani, Myanmar, Rusia, Zimbabwe, dan Kamboja.

Zulhas mengatakan Indonesia mencatat surplus beras 4,2 juta ton pada 2025 setelah sebelumnya mengimpor 4,5 juta ton pada 2024. Menurutnya, swasembada beras dan jagung menjadi capaian awal dari berbagai kebijakan fundamental yang dijalankan pemerintahan Prabowo.

“Alhamdulillah, kita sudah berhasil, ini untuk penguatan ekonomi di dalam negeri, kita sudah berhasil baru beras sama jagung,” katanya.

Ditambahkannya bahwa pemerintah masih menjalankan sejumlah program yang membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasil. Kebijakan yang menyasar sektor strategis memiliki dampak luas terhadap perekonomian sehingga tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

“2 tahun ini sudah ada yang berhasil, sukses sekali, ada yang dalam proses karena baru 2 tahun. Program-program kebijakan ini kebijakan mendasar, kuat, fundamental dan berdampak luas, tidak mudah,” ujarnya.

Zulhas mengungkapkan, terdapat tiga kebijakan pokok di sektor pangan yang menjadi fokus pemerintah, yakni kebijakan harga, pengadaan pupuk, dan irigasi.

“Ketiga kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional hingga mencapai surplus beras,” tuturnya.

Sementara di Yogyakarta, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan sejumlah prioritas pembangunan pertanian nasional. Mulai dari peningkatan produktivitas komoditas pangan, optimalisasi pemanfaatan lahan, hingga pengembangan hilirisasi.

Mentan juga menilai bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan inovasi dan teknologi yang dapat diterapkan langsung untuk menjawab tantangan sektor pertanian.

“Pemerintah konsisten dalam memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan,” jelasnya di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Kamis (15/10),

Amran menyampaikan bahwa pemerintah tetap berkomitmen dalam menertibkan penguasaan lahan dan mengoptimalkan pemanfaatannya untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Penindakan terhadap penguasaan lahan bermasalah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kepentingan negara. Ini tidak gampang,” pungkas Arman. [*]

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *