*Jakarta* – Investasi menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan aktivitas ekonomi di daerah. Capaian investasi nasional yang terus tumbuh menunjukkan besarnya potensi investasi dalam memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai capaian investasi Indonesia menunjukkan tren positif. Menurutnya, target investasi nasional dalam beberapa tahun terakhir relatif mampu direalisasikan.
“Kalau kita berbicara target, memang selama lima hingga delapan tahun terakhir, targetnya selalu tercapai. Kita melihat angkanya tahun 2026, investasi sudah terjadi sebesar Rp1.010 triliun. Artinya itu 49,5 persen dari target, yang menurut saya akhir tahun mendekati lebih 100 persen. Sangat tinggi potensinya itu. 2027, Rp2.322 triliun, ini juga akan tercapai,” ujar Wijayanto.
Menurut Wijayanto, investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena menghasilkan output dan aktivitas ekonomi baru. Namun, dampak investasi akan semakin besar apabila diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dan memiliki rantai pasok panjang.
“Memang benar, investasi itu mendorong pertumbuhan ekonomi, karena dia menghasilkan output. Misalnya, investasi di sektor pertambangan, di sektor investasi intensif. Investasi yang labor intensif, yang menciptakan lapangan kerja. Investasi yang mempunyai supply chain panjang, yang menciptakan nilai tambah, lapangan kerja berkualitas, dan penerimaan negara yang tinggi bagi pemerintah,” katanya.
Ia menekankan investasi juga perlu memberikan efek pengganda terhadap industri lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Investasi di sektor manufaktur, perikanan, serta berbagai sektor produktif lainnya diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi turut menggerakkan perekonomian daerah dan memperluas penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Selain sektor produktif tersebut, Wijayanto melihat pariwisata memiliki peluang besar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, terutama karena karakter sektor tersebut yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.
“Wisata itu adalah sektor yang sangat potensial. Dan ini bisa menumbuhkan ekonomi lokal, ekonomi kerakyatan. Jadi selama ini memang pariwisata ini agak absen dari perhatian pemerintah. Dan menurut saya, Kementerian Pariwisata harus dijadikan kementerian yang agresif, motor pertumbuhan,” pungkasnya. (*)



















