Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prabowo Subianto memperkuat komitmen peningkatan kemitraan Indonesia-Rusia dalam pertemuan bilateral di sela agenda Eastern Economic Forum 2026 di Vladivostok, Rusia.
Dalam pertemuan itu, Putin menyambut hangat kedatangan Prabowo sekaligus menyoroti eratnya hubungan kedua negara. Ia menyebut persahabatan Indonesia dan Rusia telah terjalin selama bertahun-tahun dan tercermin dalam perkembangan perdagangan bilateral.
Putin mengungkapkan volume perdagangan kedua negara mengalami pertumbuhan signifikan pada 2025. Menurutnya, nilai perdagangan Indonesia-Rusia meningkat 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kita terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun. Perdagangan antara kedua negara kita juga berkembang. Pada tahun lalu, volume perdagangan naik 12%,” ujar Putin.
Putin kemudian menjelaskan kerja sama pemerintah Rusia dan Indonesia terus berjalan melalui mekanisme teknis di bidang ekonomi dan perdagangan. Kolaborasi itu mencakup sejumlah sektor strategis, termasuk pertanian, industri, teknologi digital, pembangunan kapal, hingga energi nuklir.
“Komisi Bersama Rusia-Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis terus bekerja. Kami memperhatikan pembangunan kerja sama bilateral di bidang pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi, khususnya energi nuklir,” papar Putin.
Prabowo menyambut baik pernyataan Putin dan mengamini adanya peningkatan kerja sama antara Indonesia dan Rusia. Ia menilai kemajuan terlihat dalam bidang ekonomi, perdagangan, serta berbagai sektor lainnya.
“Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat, sebagaimana Yang Mulia telah menyampaikan di bidang ekonomi, perdagangan kita meningkat. Kita juga kerjasama dalam berbagai bidang juga mengalami kemajuan. Dan kami siap untuk meningkatkan kerjasama ini,” kata Prabowo.
Prabowo menegaskan Indonesia akan terus mendorong perluasan kolaborasi demi kepentingan bersama kedua negara.
Kementerian Perdagangan mencatat nilai perdagangan Indonesia-Rusia pada 2025 mencapai US$4,8 miliar.
Rusia juga menjadi mitra utama Indonesia di kawasan Eurasian Economic Union dengan kontribusi 90,6 persen terhadap total perdagangan Indonesia dengan kawasan tersebut.
Di sisi lain, Indonesia dan Rusia juga membahas rencana latihan militer bersama antarmatra serta kerja sama pasukan khusus. Agenda itu dibahas Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Duta Besar Rusia Sergei Gennadievich Tolchenov.
Sjafrie menegaskan Indonesia memandang Rusia sebagai salah satu mitra penting dalam kerja sama pertahanan.
“Yang dilandasi prinsip saling menghormati, saling percaya, kepentingan bersama serta penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara,” kata Sjafrie.



















