Jakarta – Pengembangan ekosistem pendidikan unggulan terus dipercepat sebagai bagian dari upaya pemerintah mencetak talenta nasional yang mampu bersaing di tingkat global. Melalui program Sekolah Garuda Transformasi, pemerintah menargetkan jumlah sekolah yang tergabung dalam program tersebut mencapai 80 sekolah pada tahun 2029.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan menengah dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul.
“Kami dengan penuh kerendahan hati menitipkan kader-kader bangsa terbaik, adik-adik untuk dapat dibina, untuk dapat dibentuk karakternya. Kami berharap pendampingan ini akan membangun ekosistem yang unggul,” kata Brian.
Mendiktisaintek menekankan bahwa keunggulan yang terbangun di Sekolah Garuda tidak boleh dinikmati secara eksklusif. Ia menginstruksikan para guru dan kepala sekolah untuk melakukan pengimbasan praktik baik kepada sekolah-sekolah lain di sekitarnya.
“Jadi Bapak-Ibu guru, kalau ada yang mengundang dari sekolah lain, tolong juga dipenuhi, jangan informasinya dirahasiakan. Kita maju bersama. Tentu kita ingin semua sekolah maju, namun karena sedang berproses, kita lakukan uji coba bertahap,” lanjutnya.
Selain penguatan ekosistem pendidikan, pemerintah juga menanamkan karakter tangguh kepada para siswa. Brian mengingatkan bahwa persaingan global saat ini ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan talenta bangsa.
“Kita tahu bahwa saat ini pertarungan bangsa-bangsa besar di dunia itu adalah tentang pertarungan talenta antarbangsa. Jadi, kita ingin talenta-talenta bangsa kita itu mampu menembus dan menerobos pertarungan yang ada di dunia,” katanya.
Ia menambahkan, “Saya selalu ingatkan bahwa mengeluh itu bukanlah bagian dari jiwa petarung. Jadi kalau ada kesulitan, itu bukan untuk dikeluhkan, kesulitan itu untuk diselesaikan.”
Hingga 2026, Kemdiktisaintek telah menetapkan 42 Sekolah Garuda Transformasi yang tersebar di berbagai daerah, terdiri atas 12 sekolah yang diresmikan pada 2025 dan 30 sekolah baru pada 2026. Pemerintah menargetkan program strategis tersebut terus berekspansi hingga mencakup 80 Sekolah Garuda Transformasi pada 2029.
Selain mentransformasi sekolah yang telah ada, pemerintah juga membangun 20 SMA Unggul Garuda baru. Saat ini, empat sekolah telah rampung dibangun dan siap beroperasi di Belitung Timur, Bulungan, Konawe Selatan, dan Timor Tengah Selatan, dengan kapasitas awal sebanyak 301 siswa unggulan.

















